Workshop Berbasis OBE
- Category: Berita
- Published: Thursday, 26 February 2026 07:21
- Written by jumani
- Hits: 55
Fakultas Pertanian Melaksanakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE. Peserta Workshop semua dosen Fakultas Pertanian dengan harapan mata kuliah yang dapat dikembangkan dengan output OBE terus ditingkatkan dan menyesuaikan mata kuliah masing-masing.
OBE adalah sistemOBE adalah sistem pendidikan yang berfokus pada pencapaian pembelajaran dimana pendidikan tidak hanya berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga outcome. Secara sederhana, kurikulum ini menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, efektif, serta interaktif. Sehingga anak didik dapat mengembangkan keterampilan baru yang mempersiapkan mereka di level lebih global.
Outcome-Based Education (OBE) juga salah satu pendekatan yang menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif, dan efektif. Sehingga penerapan OBE berpengaruh pada keseluruhan proses pendidikan dari rancangan kurikulum; perumusan tujuan dan capaian pembelajaran; strategi pendidikan; rancangan metode pembelajaran; prosedur penilaian; dan lingkungan/ekosistem pendidikan.
Outcome adalah pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill) yang benar-benar harus dapat diukur (concretely measurable). Sedangkan Input adalah beberapa jam pelajaran dilakukan atau textbook apa yang digunakan.
Dan penilaiannya berdasarkan kriteria bukan norma. Jadi mahasiswa dinilai berdasarkan capaian terhadap outcome yang telah ditentukan, bukan dibandingkan dengan mahasiswa lain. Jika mahasiswa belum dapat mencapai level outcome yang ditentukan maka mahasiswa tersebut perlu dibantu untuk mencapai level tersebut.
(24/02/2026).





Fakultas Pertanian Prodi Kehutanan mengikuti sosialisasi dan persamaan persepsi IKU 2025 yang dilaksanakan oleh Wakil Rektor I Untag Samarinda. Kegiatan dilaksanakan di runang rapat utama 1 (RUU1) dengan peserta dari semua pejabat fakultas di lingkungan Untag Samarinda yaitu Dekan, Wakil Dekan, UPMF, Kaprodi, admin PDPT, BAAKPSI. Kegiatan ini diharapkan dapat memecahkan masalah pengisian sistem yang disyaratkan di IKU 2025.

